Laporan Mikrobiologi Total Plate Count
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Beberapa cara
dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan
pemeriksaan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni
pada lempeng biakan (plate count).
Disamping itu terdapat juga atau dapat diadakan perhitungan langsung secara
mikroskopis.
Ada beberapa
cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba salah satunya adalah
cara menghitung langsung. Cara ini pada mulanya dilakukan dalam pemeriksaan
bakteri yang dapat dalam air susu, tetapi dapat digunakan untuk penelitian
lain. Dengan cara yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun mati.
Sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup, tetapi
pengerjaannya lebih cepat (Irianto,
2006).
Percobaan ini
dilatarbelakangi oleh perhitungan jumlah bakteri, agar para praktikan mengetahui
cara menghitung jumlah bakteri dan tekniknya.
1.2
Tujuan
- Mengetahui prinsip perhitungan dengan Metode TPC
- Mengetahui metode dalam perhitungan mikroba
- Mengetahui tujuan pengenceran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Air
merupakan zat yang mutlak bagi setiap makhluk hidup. Dan kebersihan air adalah
syarat utama bagi terjaminnya kesehatan (Waluyo, 2004).
Menurut
tempatnya, air dapat berada di permukaan tanah-selanjutnya air ini disebut air
permukaan, dan dapat pula berada di dalam tanah, dan selanjutnya air ini
disebut air tanah. Air hujan yang jatuh ke tanah sebagian meresap ke dalam
tanah dan sebagian lain menggenang dipermukaan anah. Hal ini bergantung pada
kondisi tanah. Air hujan membawa serta mikroorganisme-mikroorganisme yang senantiasa
berhamburan di udara, lebih-lebih di udara yang mengatasi tanah yang berdebu.
Setiba ditanah, air menjadi lebih cemar lagi karena sisa-sisa makhluk hidup
(sampah), kotoran dari hewan maupun manusia, dan mungkin juga kotoran yang
berasal dari pabrik-pabrik (Waluyo, 2004).
Air
tanah mengandung zat-zat anorganik maupun zat-zat organik, dan oleh karena itu
merupakan tempat baik bagi kehidupan mokroorganisme. Temperatur sekitar 30o
C atau lebih sedikit baik sekali bagi kehidupan patogen yang berasal dari hewan
maupun manusia. Sinar matahari, terutama sinar ultra ungunya, memang dapat
mematikan bakteri, akan tetapi daya tembus sinar ultra ungu ke dalam air tidak
seberapa (Waluyo, 2004).
Air yang mengalir deras dan
bergejolak kerena menerjang batu-batuan, kurang baik bagi kehidupan bakteri.
Air sumur (hal ini bergantung kepada lingkungan) pada umumnya lebih bersih dari
pada air permukaan, karena air yang merembes ke dalam tanah itu telah tersaring
oleh lapisan tanah yang dilewatinya (Waluyo, 2004).
Pertumbuhan
dapat didefinisikan secara umum yaitu sebagai pertambahan secara teratur semua
komponen di dalam sel hidup. Dengan demikian, pertumbuhan ukuran yang diakibatkan
oleh bertambahnya air atau karena penumpukan lemak, bukan merupakan
pertumbuhan. Perbanyakan sel merupakan konsekuensi pertumbuhan. Pada organisme
multiseluler, (banyak sel), yang disebut pertumbuhan adalah peningkatan jumlah
sel per mikroorganisme. Pada organisme multiseluler, (ber sel satu),
pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel, yang juga berarti penambahan jumlah
organisme yang membentuk populasi atau satu biakan. Pada organisme seonostik
(aseluler), selama pertumbuhan ukuran sel menjadi besar, tetapi tidak terjadi
pembelahan sel (Dwidjoseputro,
2005).
Ada
beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengukur atau menghitung jumlah jasad
renik yaitu:
a)
Perhitungan
jumlah sel
·
Hitungan
mikroskopis
·
Hitungan
cawan
·
MPN
(most probable number)
b)
Perhitungan
masa sel secara langsung
·
Cara
volumetrik
·
Cara
gravimetrik
·
Turbidimetri
(kekeruhan)
c)
Perhitungan
massa sel secara tidak langsung
·
Analisis
komponen sel (protein, ADN, ATP, dan sebagainya)
·
Analisis
produk katabolisme (metabolit primer, metabolit sekunder, panas)
·
Analisis
konsumsi nutrien (karbon, nitrogen, oksigen, asam amino, mineral dan
sebagainya)
Pada praktikum kali
ini metode yang digunakan adalah metode hitungan cawan atau TPC. Prinsip dari
metode hitungan cawan adalah bila sel mikroba yang masih hidup ditumbuhkan pada
medium, maka mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang
dapat dilihat langsung, dan kemudian dihitung tanpa menggunakan mikroskop.
Metode ini merupakan cara paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik,
dengan alasam:
-
Hanya
sel mikroba yang hidup yang dapat dihitung
-
Beberapa
jasad renik dapat dihitung sekaligus
-
Dapat
digunakan untuk isolasi, dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk
mungkin berasal dari mikroba yang mempunyai penampang spesifik (Dwidjoseputro,
2005).
Selain
keuntungan-keuntungan tersebut diatas, metode hitungan cawan juga mempunyai
kelemahan sebagai berikut:
-
Hasil
perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya, karena beberapa sel
yang berdekatan mungkin membentuk koloni.
-
Medium
dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan jumlah yang berbeda
pula.
-
Mukroba
yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang
kompak, jelas dan tidak menyebar.
-
Memerlukan
persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat
dihitung
(Dwidjoseputro,
2005).
Dalam
metode hitungan cawan, bahan yang dipergunakan diperkirakan mengandung lebih
dari 300 sel mikroba per ml atau per gram, memerlukan pengenceran sebelum
ditumbuhkan pada medium agar di cawan petri. Setelah diinokulasi akan terbentuk
koloni dicawan petri tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung, dimana jumlah
yang terbaik adalah diantara 30-300 koloni. Pengenceran biasanya dilakukan
secara desimal yaitu 1:10, 1:100,
1:1000 dan seterusnya. Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa
larutan buffer fosfat, 0,85% NaCl atau larutan ringer (Dwidjoseputro, 2005).
Metode
hitungan cawan dibedakan atas dua cara, yakni metode tuang (pour plate), dan
metode permukaan (surface / spread plate). Pada metode tuang , sejumlah sampel
(1ml atau 0,1ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan kecawan petri,
kemudian ditambah agar-agar cair steril yang didinginkan (47-50oC)
sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya sampelnya menyebar. Pada pemupukan
dengan metode permukaan, terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak
0,1 ml sampel yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar-agartersebur.
Kemudian diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril. Jumlah koloni
dalam sampel dapat dihitung sebagai berikut.
(Dwidjoseputro,
2005).
Perhitungan
secara tidak langsung : a) Penentuan V total, b) Turbidimetri c)Penghitungan
bakteri hidup (Irianto, 2007).
1.
Perhitungan
jumlah bakteri secara keseluruhan
a.
Menghitung
langsung secara mikroskopik
Pada
cara ini dihitung jumlah bakteri dalam satuan isi yang sangat kecil untuk
digunakan kaca objek khusus yang bergaris.
b.
Menghitung
dengan cara kekeruhan
Cara
ini menggunakan spektropometer atau nefelometer. Dasar teknik ini adalah
banyaknya cahaya yang diabsorpsi sebanding dengan banyaknya sel bakteri pada
batas –bats tertentu.
2.
Perhitungan
jumlah bakteri hidup
Perhitungan jumlah mikroorganisme dengan cara viable count atau
disebut juga sebagai standar plate count didasarkan pada asumsi bahwa setiap
sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi 1 (satu) koloni
setelah diinkubasikan dalam ,edia biakan dan lingkungan yang sesuai.
Perhitungan jumlah mikroorganisme hidup (viable count) adalah
jumlah minimum mikroorganisme. Hal ini disebabkan koloni yang tumbuh pada
lempengan agar merupakan gambaran mikroorganisme yang dapat tumbuh dan berbiak
dalam media dan suhu inkubasi tertentu.
Dalam perhitungan mikroorganisme sering kali diperlukan
pengenceran. Dilaboratorium pengenceran dilakukan dengan botol pengenceran
seperti lazimnya dilakukan pada standar plate count, namun dapat pula
menggunakan tabung (Lay, 1994).
BAB III METODE KERJA
3.1 Waktu dan Tanggal
Pratikum keenam ini melakukan
percobaan tentang Perhitungan Jumlah Mikroba,
yang dilaksanakan pada Hari Rabu, 13 April 2011 pukul 10.10 – 12.00 WITA
dilaboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman Samarinda.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat –
Alat
-
Cawan petri disk
-
Laminar Air Flow
Cabinet
-
Mikropipet
-
Bluetip
-
Lampu bunsen
-
Digital coloni counter
-
Hand tally counter
-
Tabung reaksi
-
Rak tabung reaksi
-
Voertex
-
Spatula
-
Neraca analitik
-
Erlenmeyer
-
Autoclafe
-
Bulpoin
-
Mangkuk
-
Korek
3.2.2 Bahan –
Bahan
-
NaCl 0,9%
-
Media LBA
-
Alkohol 70%
-
Kertas lebel
-
Tanah FKIP
-
Pensil
3.3 Cara Kerja
3.3.1
Pengenceran Sample
1. Diambil
tabung reaksi yang telah berisi NaCl 0,9 %
2. Dimasukan
sample (Tanah FKIP) kedalam tabung reaksi
3. Vortex
3.3.2
Pengenceran
10-1
1. Dipanaskan
pinggiran mulut tabung reaksi yang berisi sample (Tanah FKIP) + NaCl
2. Diambil
secara aseptis 1 ml dengan menggunakan micropipet, masukan kedalam tabung
reaksi baru
3. Divortex
4. Beri
sample 10-1
3.3.3
Pengenceran
10-2
1. Dipanaskan
pinggiran mulut tabung reaksi yang berisi sample 10-1
2. Diambil
secara aseptis 1 ml dengan menggunakan micropipet, masukan kedalam tabung
reaksi baru
3. Divortex
4. Beri
sample 10-2
3.3.4
Pengenceran
10-3
1. Dipanaskan
pinggiran mulut tabung reaksi yang berisi sample 10-2
2. Diambil
secara aseptis 1 ml dengan menggunakan micropipet, masukan kedalam tabung
reaksi baru
3. Divortex
4. Beri
sample 10-3
3.3.5
Pengenceran
10-4
1. Dipanaskan
pinggiran mulut tabung reaksi yang berisi sample 10-3
2. Diambil
secara aseptis 1 ml dengan menggunakan micropipet, masukan kedalam tabung
reaksi baru
3. Divortex
4. Beri
sample 10-4
3.3.6
Pengenceran
10-5
1. Dipanaskan
pinggiran mulut tabung reaksi berisi sample 10-4
2. Diambil
secara aseptis 1 ml dengan menggunakan micropipet, masukan kedalam tabung
reaksi baru
3. Divortex
4. Beri
sample 10-5
3.3.7
Pembuatan Media LBA 10-3
1. Diambil
cawan petri, panaskan pinggirannya
2. Diambil
1 ml larutan dari sample 10-3 masukan kedalam cawan petri
3. Dituang
Media LBA kedalam Cawan petri
4. Homogenkan
angka 8
5. Diberi
sample
3.3.8
Pembuatan
Media LBA 10-4
1. Diambil
cawan petri, panaskan pinggirannya diatas lampu bunsen
2. Diambil
1 ml larutan dari sample 10-4 masukan kedalam cawan petri
3. Dituang
Media LBA kedalam Cawan petri
4. Homogenkan
angka 8
5. Diberi
sample
3.3.9
Pembuatan
Media LBA 10-5
1. Diambil
cawan petri, panaskan pinggirannya diatas lampu bunsen
6. Diambil
1 ml larutan dari sample 10-5 masukan kedalam cawan petri
7. Dituang
Media LBA kedalam Cawan petri
8. Homogenkan
angka 8
2. Diberi
sample
3.3.10
Perhitungan Jumlah Mikroba
1. Diambil media biakan campuran
2. Diletakan
diatas digital coloni counter
3. Dihitung
dengan hand tally counter dan di tandai dengan spidol koloni yang sudah
dihitung
4. Dicatat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil pengamatan
4.1.1
Tabel hasil perhitungan jumlah mikroba
No
|
Pengenceran
|
Keterangan
|
1
|
Tanah FKIP 10-3
|
Jumlah koloni > 300
Tidak masuk syarat perhitungan
|
2
|
Tanah FKIP 10-4
|
Jumlah koloni = 210
|
3
|
Tanah FKIP 10-5
|
Jumlah koloni = 79
|
4.1.1. Grafik
4.2.Perhitungan
2.2.1. Tanah
FKIP 10-3
Jumlah koloni lebih dari 300
2.2.2. Tanah
FKIP 10-4
2.2.3.Tanah
FKIP 10-5
4.3. Pembahasan
Pada praktikum ini kita melakukan
percobaan mengenai metode Total Plate Count. Pada percobaan ini digunakan
sampel tanah FKIP dimana sangat memiliki berjuta-juta bakteri, oleh karena itu
dilakukan pengenceran. Pengenceran dilakukan hingga 10-5.
Pengenceran dilakukan untuk mengurang populasi mikroba dalam cairan. Pada saat
pengenceran sampel ditimbang dengan neraca analitik, agar didapat hasil yang
lebih akurat. Dalam setiap pengenceran, setelah dicampur, campuran divortex
agar dapt tercampur rata disetiap bagian, lalu pengenceran 10-3, 10-4 dan 10-5 masing-masing
dituang dalam cawan petri berbeda, kemudian dicampur dengan media LBAagar
mikroba dapat tumbuh. Lalu diinkubasi selam 24 jam, waktu selama ini merupakan
waktu yang bagus, karena mikroba yang tumbuh tidak memenuhi cawan apabila
terlalu lama dan tidak terlalu sedikit apabla terlalu sebentar. Setelah
diinkubasi, kolini dihitung, koloni dihitung dengan dibantu oleh digital coloni
counter. Prinsip alat ini adalah membantu penglihatan kita dengan memperbesar
menggunakan LUV dan dibantu dengan cahaya dari bawah.
Prinsip
dari metode TPC adalah bila sel mikroba yang masih hidup ditumbuhkan pada
medium, maka mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang
dapat dilihat langsung dan kemudian dihitung tanpa menggunakan mikroskop.
Metode ini merupakan cara paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik,
dengan alasam :
-
Hanya
sel mikroba yang hidup yang dapat dihitung
-
Beberapa
jasad renik dapat dihitung sekaligus
-
Dapat
digunakan untuk isolasi, dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk
mungkin berasal dari mikroba yang mempunyai penampang spesifik (Dwidjoseputro,
2005).
LBA
(Luria Bertani Agar) dikatagorikan sebagai media yang diperkaya, karena LBA
terbuat dari garam (NaCl), pepton, yeast ekstrak dan agar. Garam berfungsi
untuk menjaga keisotonisan sel bakteri pada medium, pepton berfungsi sebagai
sumber utama nutrisi dan nitrogen untuk bakteri, yeast ekstrak berfungsi
menyediakan asam amino dan vitamin yang dibutuhkan yang dibutuhkan bakteri
(Waluyo, 2004).
Pada
perhitungan mikroba ini dilakukan pengenceran sampel agar jumlah koloni yang
tumbuh pada cawan petri tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit, yaitu
antara 30-300 koloni. Semakin banyak pengenceran, maka jumlah koloni yang
dihasilkan semakin sedikit.
Metode
cawan tuang adalah metode yang simpel untuk menghitung mikroba, dimana sampel
yang sesuai dengan pengenceran yang akan digunakan dituang kedalam petridish
dan dicampur media LBA yang kemudia jumlah koloni cawan dihitung secara
langsung.
Pada
praktikum kali ini fungi dio vortex adalah ntuk menghomogenkan antara sampel
dan garam fisiologi. Kemudian perlakuan didekatkan di lampu bunsen untuk tetap
berada pada udara yang steril, kemudian setiap mulutt alat gelas yang digunakan
selalu dipanaskan untuk menjaga alat dan bahan yang digunakan tetap steril.
Dalam
percobaan ini diamati bahwa jumlah koloni mikroba pada pengenceran 10-5
lebih sedikit dan pengenceran 10-3 lebih banyak. Pada pengenceran 10-5
didapat jumlah koloni percawan sebanyak 79 koloni. Sehingga apabila dimasukkan
kerumus didapat 7500000 cfu/gr bakteri. Pada pengenceran 10-4
didapat jumlah koloni percawan sebanyak 210, sehingga jumlah koloni per gram
tanah adalah 2100000 cfu/gr.
Faktor
kesalahan dari percobaan ini adalah:
-
Ketidak
telitian dalam menghitung jumlah koloni
-
Media
yang digunakan sudah terlalu lama diluar, jadi media sudah agak memadat dan
tidak rata ketika dicampurkan.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari percobaan perhitungan jumlah
Mikroba ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :
-
Prinsip dari metode TPC
adalah bila sel mikroba yang masih hidup ditumbuhkan pada medium, maka mikroba
tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung
dan dihitung tanpa menggunakan mikroskop
-
Dalam percobaan kali
ini metode yang digunakan adalah Metode Total Plate Count (TPC)
-
Tujuan dari pengenceran
adalah pada setiap sample adalah untuk memperkecil atau mengurangi jumlah
mikroba yang tersuspensi dalam cairan sehingga membantu untuk mempermudah
perhitungan jumlah mikroba
5.2. Saran
Sebaiknya pada pratikum ini
pratikan tidak hanya melakukan percobaan menggunakan satu sample saja agar
pengetahuan para pratikan tidak hanya ada pada satu sample.
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan : Jakarta
Irianto, Koes. 2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1. CV Yarma Widya : Bandung
Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi. Universitas Muhammadiah Malang : Malang
Lihat Juga :
Laporan Mikrobiologi Peralatan dan Sterilisasi
Laporan Mikrobioloi Media Pertumbuhan Mikroba
Laporan Mikrobiologi Isolasi dan Identifikasi Dasar Mikroba
Laporan Mikrobiologi Pembuatan Biakan Murni
Laporan Mikrobiologi Total Plate Count
Laporan Mikrobiologi Pewarnaan dan Cara-cara Pewarnaan
Laporan Mikrobiologi Most Probable Number
Laporan Mikrobiologi Uji Daya Hambat Mikroba
Laporan Mikrobiologi Pengamatan Jamus Mikroskopis
Irianto, Koes. 2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1. CV Yarma Widya : Bandung
Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi. Universitas Muhammadiah Malang : Malang
Lihat Juga :
Laporan Mikrobiologi Peralatan dan Sterilisasi
Laporan Mikrobioloi Media Pertumbuhan Mikroba
Laporan Mikrobiologi Isolasi dan Identifikasi Dasar Mikroba
Laporan Mikrobiologi Pembuatan Biakan Murni
Laporan Mikrobiologi Total Plate Count
Laporan Mikrobiologi Pewarnaan dan Cara-cara Pewarnaan
Laporan Mikrobiologi Most Probable Number
Laporan Mikrobiologi Uji Daya Hambat Mikroba
Laporan Mikrobiologi Pengamatan Jamus Mikroskopis
No comments:
Post a Comment